Tampilkan postingan dengan label coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 September 2012

Hati Yang Diragai





Lirih hati semakin pedih saat kau mendapati rasa sakit yang kupendami
Mata ingin menangis tapi diri seakan menyadari
Masih banyak tempat yang rembulan sinari
Untuk kudiami demi melepaskan semua beban di hati

Mimpi yang berlari mengejar angan
Dengan harapan yang tergenggam tangan
Yang dikejar cepat oleh bayangan
Bersama sampan yang terkayuh oleh lengan

Pedih hati ini seakan mendesak ingin lari
Mencairkan demi mencari kehangatan diri
Saat raga tak tahu untuk mencari
Tempat yang membuat raga bisa menari

Kehidupan terasa datang menyambut
Saat tak ada yang menyadari diriku yang kalut
Dengan wajah yang terpasang lembut
Hati masih menginginkan, diri yang terbalut

Jumat, 28 September 2012

Bunga Dandelion

Randa Tapak atau Dandelion adalah bagian dari Taraxacum, sebuah genus besar dalam keluarga Asteraceae. Nama Randa Tapak sendiri biasa digunakan untuk merujuk kepada sebuah tumbuhan yang memiliki "bunga" yang memiliki "bunga-bunga" kecil yang terbang ditiup angin. Asal asli dari tumbuhan ini adalah Eropa dan Asia, namun sudah menyebar ke segala tempat. Yang disebut sebagai bunga dari tumbuhan ini menjadi semacam jam hayati yang secara teratur melepaskan banyak bijinya. Biji-biji ini sesungguhnya adalah buahnya.





Mungkin tidak banyak orang yang menganggap keberadaan dandelion, karena bunga tersebut seringkali diabaikan. Tapi Dandelion mampu bertahan dalam segala cobaan. Walaupun bentuknya tidak seindah mawar merah,mungkin tidak harum seperti bunga melati, Tapi Dandelion dengan tangkai kecilnya yang sederhana. mampu memberikan banyak arti dalam kehidupan ini. Bisa memberikan kehidupan baru. Mungkin banyak yang tidak tahu hal tersebut.

Seiring waktu berjalan, bunga dandelion terus menumbuhkan bunga kecil di tubuhnya. Kemudian bunga-bunga kecil tersebut, akan terbang tinggi dan jauh dan tumbuh di tempat baru yang mereka singgahi. Dengan semua kepasrahannya untuk melepaskan bunga-bunga kecil terbang ke udara untuk kembali memberikan kehidupan yang baru. Kemudian ketika mengering, dandelion akan kembali tumbuh menjadi bunga yg lebih besar lagi. Setahap demi setahap. Itulah kehebatan Dandelion, yang bisa memberikan kehidupan di tempat baru. Dan sifatnya abadi.




saya lupa, entah sejak kapan menyukai bunga ini, Dandelion. mungkin namanya tak semudah mengucap mawar, melati, tulip, anggrek, dll dsb. warnanya juga tak semenyala mawar merah, filosofinya pun mungkin tak seindah mawar putih, tak semahal anggrek cantik berwarna ungu itu, atau tak se romantis bunga lily. tapi Dandelion, ia membagikan bibitnya ke segala arah, ia menyebarkan bibit ke manapun angin -yang jelas diperintahkan oleh Tuhan- menerbangkannya.

Dandelion tak bisa memilih kemana angin akan membawa ia pergi. tapi setelah sampai ke tempat tujuannya, ia akan tumbuh berkembang, dan mekar lalu mengering dan di terbangkan oleh angin lagi ke tempat yang lain.






Dandelion terlihat rapuh, namun justru ia memiliki kekuatan yang tak dimiliki bunga lain. ia mampu bertahan hingga tumbuh besar dan menyebarkan bibitnya kembali lewat angin. ingin seperti Dandelion, indah meski tak terlihat dari luar, tulus meski tak athu angin akan menerbangkannya ke arah mana, dan kuat meski banyak yang menyangka ia rapuh.




kelak, aku ingin taman Dandelion di depan rumah. biar tiap saat aku bisa memandang kelembutan dan kekuatan menjadi satu dibalik lembut putihnya, Dandelion.


Credit : http://maibelopah.blogspot.com/2012/08/dandelion.html#.UGWG7rLiadE

Kamis, 27 September 2012

Dandelion





Terbang bebas, melayang bebas
Tanpa arah dan tujuan
Terlepas dari pangkuan dan kasih sayangnya
Meninggalkan kesendirian baginya

Terbang bebas, melayang bebas
Menunggu tempat yang tepat untuk berpijak
Demi berdiri tegak
Melepaskan milikku, seperti dirinya

Terbang bebas, melayang bebas
Menunggu datangnya waktu
Dengan masa depan yang terbayang
Hanya aku..
Tidak! Diriku dengan dunia imajinasiku

Rabu, 26 September 2012

Tentangmu~


Setiap kali kau datang, saat itu juga kau menceritakan segala hal yang telah terjadi ataupun yang kemungkinan akan terjadi padamu. Tapi, aku hanya diam, menunggu sampai kau puas menceritakan semuanya, menyisakan kelegaan pada dirimu. Terkadang, kau kesal akan diriku yang tak member respon apapun. Kau bisa menyebutku bisu, tapi satu hal yang perlu kau tau, aku selalu mengerti segala hal tentang dirimu disaat pertama kali kau memulai ceritamu.

Kau biasanya menangis dengan kejadian yang tidak kau sukai. Tapi, kau tetap tersenyum dan memberikan kebahagiaan terhadap semua orang, walaupun aku tahu kau menyembunyikan hal sebenarnya, membiarkan kesedihanmu itu tertutup oleh senyum keterpaksaanmu.

Apa kau masih ingat akan permintaanmu padaku? Mencarikanmu tempat yang luas, tinggi dan jauh dari keramaian yang hanya selalu terbayang-bayang dalam dunia fantasimu saja? Apakah jika aku menemukannya kelak, kau tidak akan melupakanku? Aku telah menemukan tempat yang ingin kau tuju. Dekat dari dirimu, jauh dari pandanganmu. Kelak, kau akan menemukannya, jika kau benar-benar berusaha untuk memenuhi keinginanmu itu.

Sungguh, aku sangat menyayangimu. Walaupun hanya sekali kau memperhatikanku, tapi aku tau, kau akan selalu mencari diriku. Kau akan selalu mencariku disaat kau ingin menceritakan keluh kesahmu, disaat kau ingin aku memutar kembali peristiwa-peristiwa yang lalu.

Kau… sungguh aku sangat menyayangimu. Dan.. semoga saja rasa sayangmu melebihi rasa sayangku padamu.

Kamis, 30 Agustus 2012

Need you!


Jika rilekser termasuk orang yang suka menyendiri dan jauh dari aktivitas yang membosankan, dibawah ini terdapat 9 tempat yang mungkin kalian bisa singgahi.

Dengan segala keunggulannya, lokasi atau tempat-tempat ini diyakini dapat memberikan ketenangan diri dan merasa lebih rileks.

Penasaran tempat apa saja yang dimaksud? berikut informasinya. 

1. Biara Rongbuk di Gunung Everest  
Lokasi: Daerah Otonomi Tibet, China



Sangat dingin, tidak ada oksigen dan diklaim telah merenggut sekitar 200 nyawa untuk mencapai gunung Everets. Tapi, rilekser tidak perlu mendaki gunung itu hanya untuk menyendiri dan relaksasi. 

Silahkan saja menuju Biara Rongbuk, sebuah desa yang menyediakan pemandangan indahnya gunung Everest dan terletak di ketinggian 5.100 meter jauh lebih pendek dari zona kematian area gunung tersebut.

Tempat ini akan menjamu kalian dengan sejuta pesona tanpa membahayakan jiwa raga dan anggota tubuh lainnya.


2. Danau Putih Mongolia
Lokasi: Monglia, diantara kota Tariat dan Terkhiin Tsaagan Nuur 



Jika kalian bertanya-tanya untuk apa orang-orang harus berkumpul di kota, jawabannya adalah, cobalah tinggal disini!

Terletak di wilayah Taman nasional Khorgo-Terkhiin Tsagaan Nuur, area yang sebagian besar bekas gunung berapi ini menciptakan sebuah danau yang berasal dari aliran larva ribuan tahun lalu.

Bahkan, kalau rilekser merasa ada orang lain disekitar camp atau rumah singgah yang kalian tempati, coba saja temui orang tersebut dan dijamin kalian hanya ditemani hamparan tanah yang luas dan lalat yang menggoda.


3. Rumah Apung Kettuvalam, India
Lokasi: Kerala, India Selatan



Terlihat seperti ring basket yang besar, tapi rumah apung ini justru serasa tinggal di hotel mewah.
Perahu atau rumah apung yang memang disediakan untuk objek wisata ini menyediakan kebutuhan 'pertapa' rilekser semua dan mampu menampung hingga 6 orang. Jika diperlukan, awak rumah apung ini siap membantu apapun yang kalian inginkan.

4. Pulau Wilson, Australia 
Lokasi: Lepas Pantai Gladstone, Australia



Seandainya saja sang pemilik pulau ini membolehkan khalayak ramai untuk  menggunakan sebagai tempat berlibur, pastilah lokasi ini sangat dinikmati.
Dengan segala kelengkapan seperti perpustakaan, pelayan rumah tangga, makanan minuman ekslusif dan aneka fasilitas lainnya, tempat ini dirasa cocok untuk menyendiri ala raja.
Kalau rilekser niat mau kesini, datang saja pada bulan Januari karena kemungkinan besar kalian akan berebut tempat berjemur dengan penyu yang sedang bertelur.

5. Takaro Peace Resort, New Zealand
Lokasi: South Island, New Zealand



Dengan 2.000 hektar area yang sangat dijaga, tempat yang juga menjadi pilihan untuk pertapa ini akan memanjakan rilekser semua dengan segala fasilitasnya.

6. Rumah Pertapa Dhamma, Thailand
Lokasi: Chaiya, Thailand

Jika rilekser ingin puasa berbicara selama 10 hari, silahkan saja datang ke rumah meditasi Dhamma di Thailand.
Terletak di biara Wat Suan Mokkh, 640 km (sekitar 400 mil) selatan Bangkok, rilekser akan diajak untuk melakukan 'sumpah diam' dan merasakan bagaimana kalian tidak melakukan aktivitas berbicara.

Mau coba?


7. Alert, Kanada
Lokasi: Nunavut, Kanada



Membangun igloo alias rumah tinggal sendiri merupakan tawaran terbaik kalau rilekser mau menyendiri disini.
Terletak 817 kilometer atau 507 mil dari Kutub Utara dan lebih dari 2.000 kilometer dari kota terdekat, Alert adalah perhentian terakhir untuk peradaban di belahan bumi utara. Dalam sensus 2006 kemarin, penduduk disini tetap lima hingga sekarang.
Yang pasti, Alert merupakan rumah bagi personil militer dan meteorologi sert instalasi. Satu-satunya cara layak untuk sampai ke sana adalah  dengan menumpang pada saat militer Kanada mengirim sebuah pesawat.

8. Kulala, Namibia
Lokasi: Gurun Pasir, Namibia



Jikalau kamu ingin merasa kecil dan lemah tidak berdaya, mari berkunjung ke 'rawa yang tak pernah kembali' di Namibia.

Perasaan menyendiri kamu akan semakin dekat dengan kekeringan, tak bernyawa hingga kematian yang hinggap karena tidak ada apa-apa diwiliyah ini.


9. Loisaba, Kenya
Lokasi: Laikipia, Kenya



Mau tidur bareng binatang? atau hanya sekedar menyendiri berpetualang di Afrika? mari kita ke Loisaba di Kenya.

Dengan fasilitas 'kamar tidur binatang', pertapaan kalian dijamin makin seru bareng hewan-hewan dihutan belantara khas Afrika.


#Copas

Song!

I may not know where I'm going now
Kemana aku harus pergi?

But deep inside I've found a secret place, that I never knew where I feel safe, when the world is untrue
Saya telah menemukannya, jauh disana. Haruskah aku menyendiri? Sembunyi dari keadaan yang sebenarnya disaat semuanya terasa tidak benar?

Here's what I've learned to do
Aku telah mempalajarinya!

Just sing this song and it takes me right back
Hanya dengan menyanyikan lagu, akan membuatku kembali.


Everyday there's a new bridge to cross
Aku tau, setiap saat ada yang harus dihadapi.


But I'm never far from home If I put my heart, my soul, my all In this song
Walaupun hati dan jiwa masih di tempat ini, lagu dapat meminimalisir hati dan jiwaku, mungkin.

And that why I'm learning, I'm learning to sing
Itu sebabnya aku bernyanyi.

I may not have all the words that I need to say
Semuanya tertata rapi, tapi hanya terpendam dan hanya aku yang mengetahui.

And I know I won't always be strong but I'm never afraid
Tak kuat untuk menghadipanya, tapi tak pernah takut mengalaminya.

Just sing this song!
Hanya dengan lagu ini!

Selasa, 20 Maret 2012

~Catatan Kecil Diva~

Masih nemuin file gak jelas.
Let's see~

~Catatan  Kecil Diva~

----------
Teman? Nggak ada satupun. Di dunia ini mungkin memang tidak ada teman yang sempurna yang sesuai dengan tipe temanku. Yang ku anggap teman adalah orang yang mampu membuatku tenang di saat aku sedang galau. Mampu memberikan solusi terbaik dan bijak di saat aku butuh saran. Mampu menasihatiku dengan lembut dan tanpa menyinggungku di saat aku melakukan kesalahan. Mampu menghiburku dengan hiburan yang benar-benar menghibur di saat aku sedih. Mampu mengerti akan apa yang ku inginkan. Tidak melakukan hal-hal yang membuatku sebal! Huh.. sulitnya… aku saja tidak mampu menjadi teman diriku sendiri sebab aku tak mampu melakukan itu semua.
-----------

Aku membaca sebuah catatan yang tanpa sengaja kudapatkan di bawah bangku temanku. Kubaca semua isinya. Ya Tuhan!! Semoga saja bukan dia yang menulis semua ini. Semoga saja.
Aku melangkah keluar kelas dan untuk mencari Diva. Ternyata, dia sedang melamunkan sesuatu. Entah itu cowok idolanya ataukah masalah keluarganya. Aku berharap, semoga aku dapat mengetahui sebagian dari rahasia yang ia simpan. Bukan untuk membocorkannya, tapi untuk memahami seperti apa kondisinya. Begitulah makna dari seorang teman (menurutku).
“Heii Div, ini catatan lu bukan?” Tanyaku pada Diva dan menyodorkan selembar kertas
Diva yang kaget menoleh ke arahku dan menatapku dengan tampang yang kesal.
“OMG.. Itu kertas gue. Lu nemu dimana?” tanyanya dengan memasang wajah yang kaget
“Di bawah meja lu. Untung aja gue yang nemuin. Coba aja orang lain, bakalan sengsara hidup lu” Kataku
Diva merobek-robek kertas yang kusodorkan tadi menjadi serpihan-serpihan kecil lalu membuangnya ke tempat sampah.
“Lho? Kok dirobek sih?” Tanyaku
Tidak ada respon dari Diva. Tiba-tiba Rara datang dengan membawa kebutuhan sehari-harinya (handphone). Rara datang dengan membawa setumpuk baju #plakk
Rara datang dengan tampang polosnya *hueek* dan ikut bergabung denganku dan Diva. Jadilah kami sebuah grup yang dapat dikatakan sebagai grup ‘penggosip’ *hahahaha*
Aku menceritakan catatan Diva yang telah kubaca tadi kepada Rara. Kenapa aku menceritakan kepada Rara? Ya!! Karena hanya aku, Rara dan Cathy yang mengetahui sebagian rahasia Diva. Berhubung karena Cathy sibuk dengan ternak-ternaknya, jadi dia tidak bisa ikut bergabung dengan kami bertiga.
“Lu yang sabar ya Div, gue emang bukan temen yang bisa ngebuat lu seneng disaat galau. Tapi, kalo lu butuh hiburan, gue bisa kok. Gue kan pelawak” Kataku dengan nada menghibur
“Iya Div. gue sih mau aja ngasih solusi ke elu. Tapi, elunya aja yang ga’ pernah nyeritaiin masalah lu. Mana bisa gue ma Clara ngebantu lu?” Lanjut Rara
“Betul tuh Div. Andai aja gue ini *sambil nunjuk diri* aladin, gue bakalan ngabulin semua permintaan lu” Sambungku
“Semua yang lu minta Div, semuaaanyaaa” Kata Rara dengan nada yang berlebihan atau bahasa gaulnya lebay
Diva yang semenjak tadi hanya berdiam diri di mesjid #plakk
Diva yang semenjak tadi hanya berdiam diri mendengar dan mencermati semua kalimat yang dilontarkan oleh bibir seksiku dan juga bibir bonyok Rara *ditabok Rara*, kini angkat bicara.
“Makasih ya Clara, Rara. Lu emang temen gue deh poko’nya” Kata rara sambil menggenggam tanganku dan juga tangan Rara *najong.. Jijay deh (muntah)*
“Eh.. ngemeng-ngemeng, siapa sih cowo’ yg lu idam-idamin?” Tanya Rara antusias
Tiba-tiba Cathy keluar denga segerombolan ternaknya (Nana, Yesyu dan Kishy) dan bersiul-siul untuk Diva.
“Ciyee..Ciyee.. Siapa tuh Div?” Tanya Nana dengan nada menggoda
“Apaan sih? Kaga’ ada tau’!” Kata Diva dan beranjak masuk ke dalam kelas
“Eh? Lu mo kemana Div?” Tanya Cathy
“Mau cari angin. Mau ikut?” Ajak Diva
“Cari angin ko’ di dalem? Apa jangan-jangan… Lu mo buang angin lagi?” Teriak Yesyu dengan suara yang sangat besar dan membahana yang membuat semua daun pohon jatuh berguguran *lebay amat*
“HAHAHAHAHA”
Terdengar sorakan tawa dari semua murid yang mendengar perkataan Yesyu. Diva yang terlanjur marah, masuk ke dalam kelas dengan membawa bekal kekesalan dan amarah. Yesyu yang merasa bersalah, mengikuti Diva.
“Div, maapin gue!!” Teriak Yesyu
“Iya!!” Teriak Diva
“Yess.. Gue dimaapin. Cihuyy” Sorak Yesyu kegirangan
Kulihat Diva menduduki kursinya. Aku mengikutinya dan duduk di sebelahnya. Bersamaan dengan itu, bel keramat berbunyi.
Kriiiing…Kriiing

Stengah jam berlalu
Bosan! Sabuah kata yang menggambarkan hatiku saat ini. Pelajaran yang membuat kelas sangat hening, sunyi dan senyap karena tak ada secuil pun ciutan burung yang berkokok *heh?*
“Hoaam”
Aku menguap.
“Tahan Clara.. Satu jam lagi. Tahaan. Tahaan!!” Batinku dan menyemangati diriku
Aku menoleh ke arah Diva. Dia sedang menulis sesuatu. Aku tersentak kaget. WHAT? Apakah semua yang ditulisnya benar-benar pengalamannya? Kusobek selembar kertas lalu menuliskan sesuatu untuknya.

----------
Dear Diva…
Gue ga’ bakalan jauhin lu. Setelah membaca (tepatnya mengintip) semua yang lu tulis, gue merasa ada sesatu yang nyuruh gue untuk bantuin buat ngadepin masalah lu. Gue janji. Selama gue bisa bantuin lu, apapun yang lu butuhkan, gue bakalan kabulin. Ini bukan masalah gue kasian ma elu. Ini semua karena gue merasa jadi temen lu. Lu ga’ bakalan sendiri. Gue bakalan nemenin lu sampe kita lulus ato sampe Tuhan misahin kita.
Gue harap, lu nyimpan catatan ini baik-baik dan ga’ bakalan lupa nih catatan gue ;)

                                                                                                By : Clara
-----------

Aku memberikan catatan tersebut kepada Diva saat pulang sekolah. Aku tak ingin melihat reaksinya ketika membaca catatan ini. Aku hanya berharap. Semoga saja catatanku ini berguna baginya. Semoga saja.

~~~~ END ~~~~

Asli, gaje banget nih tulisan. Sumpah! Gue malu sendiri bacanya -3- /.\

Cerpen "Surat Untuk Diva"

Kebetulan lagi utak atik folder word dan menemukan sebuah file yang agak aneh. Gue buka dan membaca isinya. Yah, gue geli juga bacanya, agak lebay gitu -_-
Mau tau isinya? Jamaah~ *mendadak jadi ustas Maulana*
Let's see~

-------


Aku berjalan menuju kelasku. Tepatnya, di sudut lantai dua. Sangat jauh kan? Itulah salah satu penderitaanku. Ku naiki satu per satu anak tangga dengan langkah yang gontai dan santai. Tiba-tiba…
“Eh bol, lu udah ngerjain peer ga’?” Tanya temanku yang bernama Diva
“Ehh? Emangnya ada peer?” Tanyaku balik
“Aduh.. Clara yang cantik, manis dan juga imut.. *Diva muntah* Lu ga’ ingat peer kita apa?”
“Sori-sori aje Div. Seingat gue, guru-guru ga’ pernah ngasih kita peer deh?”
“Emang  ga’ ada peer. Muka’ lu ko’ kusut banget? Lu ga’ nyetrika sebelum berangkat ya?” Tanya Diva
“Enak aja lu. Disetrika ga’ disetrika, muka gue tetep kusut ko’ *o.O*” Jawabku
“Ehh.. Kita duduk bareng ya.. Ada yang mo gue ceritai ma lu” Lanjutku dan beranjak masuk ke kelas untuk menaruh tas.
Diva mengikutiku dari belakang.
“Heh? Trus, si Sisi ma Silvi mo lu kemanain?” Tanya Diva dengan wajah yang heran
“Sisi ma Silvi duduk bareng lah..” Jawabku dan menaruh tas di samping kursi Diva.
Ku pindahkan tas Silvi ke mejaku tanpa meminta konfirmasinya dan meminta izin kepada Sisi untuk duduk bersama dengan Diva. Sisi mengizinkanku. Yeah!!
“Sial bin mampus” Teriak Diva dan membuatku yang berada di sampingnya dan juga teman-temanku yang lain menoleh ke arahnya.
“Lu kenapa?” Tanyaku dengan wajah yang imut #plakk
Diva yang merasa jadi artis dadakan hanya cengengesan tidak jelas
“Temen-temen, lu balik deh ke alam lu masing-masing” Suruh Diva ke seluruh penjuru kelas
Teman-teman yang menoleh tadi pun melanjutkan aktivitasnya. Tiba-tiba Silvi datang dan memasang wajah polos.
“Lho? Ngapain lu mindahin tas gue?” Tanya Silvi
“Hehehe… Maap yaa.. Gue pinjem tempat duduk lu.. Sehariii aja” Kataku dengan nada memohon.
“Iya deh.. Karna gue baek hati dan tidak kikir kepada siapapun, maka gue terima tantangan lu!” Kata Silvi
“Maksud lu?” Tanyaku dan Diva berbarengan
“Ahh.. Kaga’. Gue keluar dulu yaa.. dadaw!!” Kata Silvi dan melambaikan tangannya
Aku dan Diva yang heran kemudian saling memandang.
“Temen lu aneh yaa?” Tanyaku
“Tau ah.. Gelap” Jawabnya
“Maksud lu?” Tanyaku lagi
“Kaga’ bang..”

Tiba-tiba, bel pertama berbunyi. Tanda mulainya pelajaran
Kriiiing…Kriiiing
“Ihh.. Benci deh gue” Gumam Diva yang tanpa sengaja terdengar olehku
“Lu kenapa?” Tanyaku
“Matematika tau” Kata Diva
“Emang kenapa matematika?” Tanyaku dengan tampang polos
“Dia masuk rumah sakit.. Lu ga’ tau ya?” Tanya Diva
“Ahh?”

Tiba-tiba, guru matematika (Bu’ Rosa) pun datang seperti hari-hari biasanya. Dia membawa beberapa lembar kertas. Aku menoleh ke arah Diva dan melihatnya dengan tampang yang kaget. Keringat mulai bercucuran di penjuru kulitnya. Wajahnya pucat dan tangannya dingin.
“Lu kenapa Div?” Tanyaku dengan nada yang takut
“Gue lupa kalo hari ini kita ulangan Ra” Kata Diva
“WHAT? Kenapa lu ga’ bilang daritadi? Ya ampun, gue ga’  belajar lagi” Sahutku
Aku segera mengambil buku-buku yang berhubungan dengan matematika dari dalam tasku. Ku pelajari seputar tentang ‘logika’. Sial!! Tak ada satupun huruf dan angka yang masuk ke dalam otakku. Diva yang masih pucat melihatku dengan wajah yang bingung.
Kutenangkan diriku. “Tenaang Clara, lu bakalan bisa ngejawab tuh soal. Lu pasti bisa taklukin tuh soal kan ada Sisi hehehe” Batinku.
Saat Bu’ Rosa duduk di kursi yang disediakan khusus untuknya, Reno sang ketua kelas memberi aba-aba untuk memberi salam sebagai tanda penghormatan kepada BELIAU. Setelah itu, Bu’ Rosa membagikan soal. Keringat mulai bercucuran dari pori-pori kulitku. Dapat dipastikan, sekarang wajahku pucat. Sama halnya dengan keadaan Diva.
“Diva, mati kita” Seruku pada Diva yang hanya terdiam tanpa menggerakkan tangannya untuk mengambil ataupun melihat kertas ulangan yang telah dibagikan.
“Woii cebol!!” Kataku dengan sedikit beteriak tepat di telinga Diva.
Diva yang kaget dengan teriakan gratisku, kemudian mengusap-usap telinganya.
“Pelan-pelan woii” Katanya dan juga dengan sedikit berteriak
Bu’ Rosa yang masih membagikan soal pun melihatku dan Diva dengan wajah yang garang dan penuh makna. Aku dan Diva hanya cengengesan tidak jelas mendapat respon yang begitu mengancam.
“Elu sih!!” Kata Diva dengan suara yang sangat kecil
“Lu bilang apa sih?” Tanyaku
“Dasar budek!!” Bisik Diva
Aku menatap Diva sinis. Kemudian, aku mengerjakan soal dan sesekali berbalik ke arah Sisi (jika ada kesempatan) untuk meminta bantuan. Hanya sedikit soal yang bisa kujawab. Benar salahnya, itu urusan belakangan.
1 jam kemudian
Kukumpulkan hasil pekerjaanku (tidak sepenuhnya) kepada Bu’ Angel. Begitupun dengan Diva dan teman-temanku yang lain.

Pukul 14.45

Kriiing…Kriiingg
“Akhirnya” Helaku dan Diva bersamaan
“Clara, Div, lu mo ga’ ke rumah gue?” Seru Cathy
“For what?” Tanya Diva
“Biasalah.. Warnet getooh” Seru Cathy
“Okee deh.. Kalo warnet-warntan, gue mau dahh” Sahutku kegirangan
Diva menatapku dengan tatapan yang rendah.
“Lu mo ikut kaga’? Kita seneng-seneng deh di rumah Cathy
Aku, Diva, Kishy, Nana, Rara dan Yesyu memutuskan untuk pergi ke rumah Cathy. Berhubung karena besok adalah hari libur.
Kami menaruh –lebih tepatnya menitip- tas di rumah Cathy, kemudian pergi ke warnet yang tidak jauh dari rumah Cathy. Hanya berjarak beberapa kilometer *Whaat?* dari rumah Cathy.
Sesampainya di warnet, Nana masuk dan menanyakan apakah warnetnya full atau ada yang kosong. Dan jawabanya TIDAK ADA!!
Sial!! Mau kemana lagi kita ini?
“Eh.. Masih ada warnet lagi” Kata Cathy
“Dimana?” Tanyaku antusias
“Lu antusias banget sih!” Kata Nana, Rara, Yesyu dan Kishy berbarengan
“Ya iyalah.. secara, ini kan pekerjaan dan kebutuhan gue hahaha” Tawaku
Kami berjalan dan mengikuti Cathy. Saat sampai di warnet ke dua, hasilnya tetap sama. WARNET FULL !!
Kami memutuskan untuk kembali ke warnet pertama dan berniat menunggu makhluk yang berada di dalam keluar dengan sendirinya #gubrakk.
Saat dua orang keluar dari dalam, aku dan Kishy masuk dengan antusias
“Gue duluan yaa.. Eh Diva, duit lu dong. Empat rebu aja” Kataku
“Enak aja.. Pake modal lu ndiri dong..” Kata Diva
“Diva cantik, baik. Pliss yaa”
“Nih.. Balikin yaa”
“Siip deh bang” Kataku kemudian masuk mengikuti Kishy
Diva, Nana, Rara Yesyu dan Cathy menunggu hingga ada makhluk-makhluk lain yang keluar dari warnet tersebut. Dan akhirnya, satu per satu dari mereka masuk juga. Aku yang mengambil tempat paling belakang, memutuskan untuk pindah ke depan dengan alasan ingin berdekatan dengan Diva.
Diva, Yesyu dan Rara duduk berjamaah *heh?* sedangkan aku, aku duduk sendiri meratapi gambar (hanya gambar) Cho Kyuhyun yang ada di layar computer depanku. Sesekali, aku mengganggu Diva, Yesyu dan Rara yang sedang melihat info-info terbaru tentang artis-artis korea. Aku menangkap sesuatu yang aneh di antara alamat-alamat web yang dibuka Diva.
“Div, tolong lu buka blog ini” Suruhku pada Diva dan menunjuk salah satu halaman yang di sembunyikan olehnya
“Ga’ mau. Di dalam ada sesuatu yang ga’ boleh lu baca” Tolak Diva
“Sekali aja” Kataku dengan nada yang memelas
Diva pun membuka halaman yang kutunjuk. Aku berniat melihat alamat web yang tertera halaman tersebut. Tapi, hasilnya nihil.
“Sekali lagi Div!” Suruhku dengan sangat antusias
“Bikin repot aja lu. Ini yang terakhir yaa” Kata Diva
Aku mengedipkan mata. Kupasang mataku baik-baik. Diva membuka halaman tersebut dan YESS!! Aku berhasil melihat alamatnya. Aku kembali ke tempatku dan mengajak Rara untuk melihat apa sebenarnya yang di sembunyikan Diva pada blognya itu.
Rara terheran-heran membaca isi blog Diva. Begitupun denganku. Ternyata, dibalik keceriannya, tersimpan banyak kesedihan. Aku membaca semua curhatan yang ditulis Diva pada blognya tersebut.
Sudah 1 jam berlalu, kami memutuskan untuk kembali ke rumah Cathy demi mengambil tas yang sebelumnya kami titipkan disana, kemudian pulang ke rumah masing-masing. Nana yang ingin mengambil video yang telah di-download oleh Kishy sewaktu di warnet tadi, berniat untuk meminjam FD nya. Dengan terpaksa, kami menunggu sampai proses pen-copy-an selesai.
Aku memutuskan untuk meminjam FD Diva. Dan ternyata, hatinya yang baik bak malaikat yang berperawakan iblis meminjamkanku. Proses pen-copy-an pun berlanjut.
Setelah selesai dengan semua urusan, kami pun kembali ke alam masing-masing dengan membawa banyak kue #plakk maksudnya hiburan =.=”.

Sesampainya di rumah
Aku membuka laptop dan memasukkan FD Diva. Kupindahkan semua video yang telah di-download oleh Kishy ke folder khusus. Selanjutnya, kutelusuri semua isi FD Diva. Ada sebuah folder yang berisikan cerita-cerita yang entah cerita apa. Kubuka satu per satu cerita tersebut. Betapa kagetnya diriku. Ternyata cerita itu adalah cerita tentang pengalaman dirinya. Kuarasakan tubuhku berguncang. Aku menangis. Ternyata, dibalik keceriannya selama ini, tersimpan banyak rahasia yang baru kutahu sekarang. Aku membuat surat untuk Diva pada sebuah kertas.


Dear Diva
Lu sabar aja yaa Div. Gue yakin, lu bisa ngejalanin hidup lu. Entah itu lu kembali menjadi anak yang dibanggakan oleh guru dan tidak jomblo seperti gue *itu sih karena gue yang mau hahaha*.
Yang terpenting, sayangilah mereka (lu tau kan?) dan buatlah mereka bangga.
Mudah-mudahan surat ini bermanfaat buat lu.

By : Clara

Minggu, 18 Maret 2012

Gak Jelas

Assalamu Alaikum~


Halohaa, gue balik lagi nih. Postingan gue kali ini adalah.. adalah.. adalah apa coba? *gubrak*. Sorry, gue cuman bercanda doang, justkid gitu deh *alay*

Kenalin nih, gue Ulfah. Gak ada tambahan nama di depan, belakang atau tengah. Intinya nama gue 'ULFAH' doang. Umur masih 12 tahun.  Berperawakan biasa-biasa aja, kumisan, rambut botak kinclong, dan brewokan *gue digampar nyokab*

Persis kan sama ciri-ciri gue? lol
ITULAH GUE!! *maksa banget ya?*

Dan siapa saja yang menyemangati gue sampe sekarang?

1. Keluarga besar gue (Gue gak punya fotonya *mati*)

2. TMc (The Master Community)

Kejadiannya waktu porseni kelas 3 SMP *mengenang*

Di rumah Nurul Thayyibah
Di teras mesjid (?)

Perpisahan diiringi kartu remi dan bedak baby

TMc (The Master Community)

TMc belajar ngedit

Ngumpul (bukan reunian)
           Mengenang masa lalu, silam dan lampau. TMc yang gue sayang dan akan selalu terpatri di dalam seluruh organ tubuh gue *kebanyakan*. Foto-foto itu mengingatkan gue kalau dulu gue juga PERNAH ALAY. Tragis banget -_-

2. NEWTON (New Generation of Exact One)

Huahahaha *ngakak*

Kasian yang gak keliatan :p

Gue gak ada disini :(

3. AUTIS (Gak tau kepanjangannya apa)

Cover disket

SNSD (Smart Nice Sexy and Delicious) *aneh*
Nina, Sum, Fina

4. Super Junior

SUPER JUNIOR

Cho Kyuhyun *lovelove*

Kim Jongwoon *unyu-unyu*

5. Charice Pempengco

Masa depan gue *kata Tini*

so sekseh~ :))

new haircut

Segitu aja deh postingan gue, udah ngantuk ditambah perut keroncongan, feelnya dapet banget. Postingan gue rada gak nyambung ya? Biarin deh, asal gue bahagia dunia akhirat :D

see you at the next story *mendadak jadi Dora*

Bye :))